
BukaIzay - JAKARTA,Kouta untuk memenuhi Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) masih tersisa. Ketua Umum SNMPTN 2015,
Rochman Wahab pun menjabarkan sejumlah alasan mengenai kouta yang masih
tersisa itu.
"Salah satunya yakni kekurangan peminat. Misalnya saja di Papua," ungkapnya di Gedung D kemendikbud, belum lama ini.
Alasan lainnya yang menyebabkan kouta SNMPTN masih tersisa yakni tidak semua siswa akan melanjutkan kuliah. Seperti siswa dari SMK yang memutuskan untuk langsung bekerja.
"SMK itu jarang sekali yang akan melanjutkan ke kuliah. Begitu pula dengan SMA," katanya.
Ketua MRPTNI, selaku rektor IPB, Herry Suhardiyanto menyatakan bahwa keberadaan SNMPTN sangat membantu. Karena siswa tidak perlu lagi ikut ujian tertulis.
"SNMPTN berbasis nilai rapot dan portofolio pada dasarnya kami mengapresiasi proses pendidikan di SMA. Karena SMA itu beragam di Indonesia. Kalau ini terus menerus kita bangun, bahwa nilai rapor itu mencermikan siswa maka seleksi ini bisa ebih mudah. Bayangkan bila semua siswa ikut ujian tertulis. Jadi SNMPTN ini sangat membantu," tambahnya.
Alasan lainnya yang menyebabkan kouta SNMPTN masih tersisa yakni tidak semua siswa akan melanjutkan kuliah. Seperti siswa dari SMK yang memutuskan untuk langsung bekerja.
"SMK itu jarang sekali yang akan melanjutkan ke kuliah. Begitu pula dengan SMA," katanya.
Ketua MRPTNI, selaku rektor IPB, Herry Suhardiyanto menyatakan bahwa keberadaan SNMPTN sangat membantu. Karena siswa tidak perlu lagi ikut ujian tertulis.
"SNMPTN berbasis nilai rapot dan portofolio pada dasarnya kami mengapresiasi proses pendidikan di SMA. Karena SMA itu beragam di Indonesia. Kalau ini terus menerus kita bangun, bahwa nilai rapor itu mencermikan siswa maka seleksi ini bisa ebih mudah. Bayangkan bila semua siswa ikut ujian tertulis. Jadi SNMPTN ini sangat membantu," tambahnya.
EmoticonEmoticon